Kawasan Ekonomi Khusus di Indonesia

   

Pemerintah Indonesia berkomitmen mempercepat pencapaian pembangunan ekonomi nasional. Diperlukan strategi khusus untuk bisa mencapai hal tersebut. Salah satu hal yang dilakukan pemerintah adalah menyiapkan kawasan yang memiliki keunggulan ekonomi dan geostrategis. Kawasan tersebut disiapkan untuk memaksimalkan kegiatan industri, ekspor, dan impor di Indonesia.

Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Indonesia menekankan terwujudnya KEK yang fokus pada akselerasi pertumbuhan ekonomi wilayah, serta mendorong terwujudnya KEK yang mampu membangun nilai tambah atas penguasaan teknologi dan sumber daya manusia. Hal tersebut diwujudkan dengan pengembangan KEK Kesehatan, Pendidikan, Ekonomi Digital, dan KEK Maintenance Repair dan Overhaul.

Tujuan dan Sasaran Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus

Tujuan utama pengembangan KEK adalah mendorong pertumbuhan ekonomi, pemerataan pembangunan, serta meningkatkan daya saing. KEK memiliki fokus sesuai dengan kondisi dan situasi dari daerah tersebut.

Sasaran pengembangan KEK terdiri dari beberapa hal. Pertama, peningkatan penanaman modal melalui penyiapan kawasan yang memiliki keunggulan geoekonomi dan geostrategis. Kedua, optimalisasi kegiatan industri ekspor, impor, dan kegiatan ekonomi lain yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Ketiga, mempercepat perkembangan daerah melalui pengembangan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru untuk keseimbangan pembangunan antar wilayah. Terakhir, mewujudkan model terobosan pengembangan kawasan untuk pertumbuhan ekonomi, antara lain industri, pariwisata dan perdagangan sehingga dapat menciptakan lapangan pekerjaan.

Kawasan Ekonomi Khusus di Indonesia

Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) terus mendorong investasi melalui sektor-sektor prioritas yang memiliki nilai tambah, salah satunya adalah melalui pengembangan KEK. KEK di Indonesia terdiri atas satu atau beberapa kegiatan usaha. Kegiatan usaha tersebut dapat berupa produksi dan pengolahan; logistik dan distribusi; riset, ekonomi digital dan pengembangan; pariwisata; pengembangan energi; pendidikan; kesehatan, olahraga; jasa keuangan; industri kreatif; pembangunan dan pengelolaan KEK; penyediaan infrastruktur KEK; ekonomi lainnya.

Tersebar secara merata di seluruh Indonesia, hingga tahun 2021 terdapat 19 KEK di Indonesia. KEK yang telah beroperasi adalah:

  1. KEK Sei Mangkei
  2. KEK Tanjung Lesung
  3. KEK Palu
  4. KEK Mandalika
  5. KEK Galang Batang
  6. KEK Arun Lhokseumawe
  7. KEK Tanjung Kelayang
  8. KEK Bitung
  9. KEK Morotai
  10. KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK)
  11. KEK Sorong
  12. KEK Kendal

Tujuh KEK lainnya yang masih dalam tahap pembangunan adalah:

  1. KEK Tanjung Api-Api
  2. KEK Singhasari
  3. KEK Likupang
  4. KEK Batam Aero Technic (BAT)
  5. KEK Nongsa
  6. KEK Lido
  7. KEK Gresik

Terdapat tiga KEK yang terletak di Kepulauan Riau, yaitu KEK Galang Batang di Bintan, KEK BAT, dan KEK Nongsa. KEK BAT merupakan industri Maintenance, Repair, dan Overhaul yang pertama di Indonesia.

Komitmen pemerintah Indonesia terlihat jelas karena selama beberapa waktu terakhir KEK mengalami pengembangan pesat. Groundbreaking telah dilakukan di beberapa daerah KEK yang masih dalam tahap pembangunan. KEK Lido melaksanakan groundbreaking pada tanggal 8 September 2021. Kemudian, pada tanggal 14 Oktober 2021 telah dilakukan Groundbreaking PT Freeport Indonesia di KEK Gresik. Selain itu, World Superbike di KEK Mandalika sudah siap digelar pada tanggal 19-21 November 2021.

Diharapkan dengan adanya KEK, Indonesia dapat menghemat devisa negara dan menciptakan lapangan pekerjaan, serta menarik investasi asing dan domestik. Pengembangan KEK penting dilakukan untuk menonjolkan keunggulan dari masing-masing daerah sehingga investasi di Indonesia bisa semakin merata.

Pengusulan Kawasan Ekonomi Khusus

Badan Usaha, Pemerintah Kabupaten/Kota atau Pemerintah Provinsi dapat mengusulkan KEK dengan mengikuti prosedur yang telah ditetapkan. Alur pengusulan dan dokumen yang diperlukan dapat dilihat di website Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus Republik Indonesia.

Secara singkat, kriteria lokasi usulan KEK adalah:

  • Sesuai dengan rencana tata ruang wilayah dan tidak berpotensi mengganggu kawasan lindung
  • Mempunyai batas yang jelas
  • Lahan yang diusulkan menjadi KEK telah dikuasai paling sedikit 50% dari yang telah direncanakan

Penetapan Kawasan Ekonomi Khusus

Pengambilan keputusan pemerintah dalam menetapkan suatu wilayah sebagai KEK didasarkan pada dua hal, yaitu keunggulan geografis dan sumber daya alam. Keunggulan geografis berkaitan dengan letak kawasan yang sangat dekat dengan negara tetangga dan/atau jalur perdagangan dunia. Sumber daya alam juga salah satu hal yang sangat penting dalam pertimbangan pemerintah menentukan KEK. Indonesia perlu membuat kluster KEK di berbagai daerah sehingga setiap daerah bisa memiliki pusat perekonomian sendiri dalam konteks KEK.

Pemerintah menetapkan daftar industri prioritas dan KEK sebagai upaya untuk meningkatkan investasi di Indonesia. Investor yang berinvestasi di daftar industri prioritas dan KEK akan mendapatkan insentif. Insentif tersebut berupa insentif perpajakan seperti tax holiday dan tax allowance, insentif kepabeanan, insentif penanaman modal, serta insentif perlindungan lingkungan hidup. Kesempatan tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik untuk segera berinvestasi di KEK yang terdapat di Indonesia.